Suasana Malam Pengrupukan di Desa Gunaksa

  • 10 Maret 2016
  • Dibaca: 583 Pengunjung
Suasana Malam Pengrupukan di Desa Gunaksa

Suasana di malam pengrupukan sangat meriah, hal ini terjadi diseluruh tempat tak terkecuali di Desa Gunaksa. Para pemuda telah menyiapkan sarana penyambutan tersebut jauh hari sebelum pelaksanaan malam pengerupukan tersebut dengan pembuatan Ogoh-ogoh, di Gunaksa, Kec Dawan terdapat  4 ogoh-ogoh, 3 Ogoh-ogoh yg besar dan satu kecil, yaitu di Banjar Nyamping, Br Kebon, dan dari Banjar Bale Bandung mereka menumpahkan ekspresi jiwa seni mereka dalam bentuk Ogoh-ogoh berbagai wujud dan puncaknya mereka mengarak Ogoh-ogoh tersebut pada saat malam pengrupukan. Setelah selesai menjalankan ritual pecaruan diperempatan masing-masing banjar oleh karma banjar adat, para pemuda mulai berkumpul di Banjar masing-masing, para pemuda dan anak mengambil posisi sesuai dengan ukuran ogoh-ogoh yang mereka buat dan selanjutnya berjalan beriringan mengelilingi jalan desa di mulai dari ST. Jaya Paranditha menunjukan kreasi dari tarian ogoh-ogoh dan kreasi tabuh di perempatan desa dalam keramaian masyarakat yang rela datang walau berdesak-desakan  untuk menonton setelah berselang 15 menit, giliran dari ST. Yohana Dharma Santi yang juga menunjukan kreasi kurang lebih 12 menit giliran terakhir dari ST Dharma Sesana tidak mau kalah dengan Sekaa Truna lainnya juga menunjukan kreasi dan juga menampilkan kreatifitas di semua aspek menjadi penutup acara diperempatan Desa Gunaksa setelah itu semua ogoh-ogoh di arak keutara sampai menuju kepertigaan Gunaksa(Pertigaan Pasek) dan berbalik keselatan menuju jalan Raya Gunaksa, hingga akhirnya 2 ogoh-ogoh dari ST Jaya Paranditha dan ST Dharma Sesana berkumpul di pertigaan Jalan Raya Gunaksa, mereka melakukan orasi sesuai keinginan mereka secara bergantian, dibawah komando Kelihan Banjar, Ketua Sekaa Truna & didampingi oleh para pecalang desa, Tokoh Masyarakat, Babinsa dan Babinkantibmas, pawai berjalan dengan aman lancar dan tertib tidak dan halangan, setelah melakukan orasi akhirnya para pemuda kembali mengarak ogoh – ogoh mereka kemasing – masing Banjar. Walau ditahun ini ogoh-ogoh tidak sebanyak tahun lalu tetapi semua itu tidak megurangi antusias masyarakat, Semoga tradisi ini tetap berlanjut ditahun berikutnya dan kita sebagai warga masyarakat juga dapat ikut menikmati dan mengawasi pelaksanaan penyambuatan Hari Raya Nyepi yang merupakan hari raya kebanggan umat Hindu sedharma. (york4)

  • 10 Maret 2016
  • Dibaca: 583 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita